Cinta Zaman Dulu vs Cinta Zaman Now

Menyimak lirik lagu Dato S.M. Salim penyanyi legendaris Malaysia itu memang sangat berbeda cara berpacaran remaja zaman dulu. Dulu untuk berkomunikasi dan bertemu dengan pacar bukan gampang, jika pun ada kesempatan untuk bertemu kelihatannya sangat lucu, kerana masing-masing tersipu malu, kaku dan terkadang saling membisu.
Cara berkomunikasi remaja berpacaran zaman dahulu hanya dengan mengirim surat cinta. Di Aceh remaja zaman dulu sering menulis surat cinta kepada pacarnya yang dihiasi pantun-pantun cinta dalam bahasa Aceh, berikut sebait pantun cinta yang dikirimkan sang cowok kepada ceweknya sebagai isyarat mengajak untuk bertemu dalam bahasa Aceh:
Untuk bertemu, ala pacaran zaman dulu tidak menghabiskan banyak uang, atau tidak berlama-lama nongkrong dan jalan-jalan bersama ke tempat wisata. Makanya cinta zaman dulu sangat hemat, si laki-laki juga mempunyai kesempatan untuk mengumpulkan uang untuk mas kawin, dan tidak berfoya-foya. Ketika hubungan percintaan cinta sudah terjalin dan sudah cocok, si cewek akhirnya menulis surat cinta kepada si cowok dengan pantun cinta sebagai isyarat meminta dirinya di lamar :

Cara-cara berpacaran remaja zaman dulu selalu dibingkai dengan aturan-aturan agama, dan menjujung tinggi nilai-nilai adat dan budaya yang telah tertanam dalam setiap masing-msing keluarga. Sehingga rasa malu juga masih sangat kental, dan banyak pantangan-pantangan yang senantiasa dijaga oleh kaum remaja zaman dulu.
Perbedaan sangat jauh dengan kisah percintaan zaman now, ala cinta remaja sekarang sudah pasti sangat gampang membuat janjian apalagi masing-masing mempunyai alat komunikasi yang canggih dengan berbagai aplikasi chat. Sehingga pasangan pacaran zaman sekarang sangat mudah untuk bertemu, pantun-pantun cinta pun tidak lagi menghiasi lembaran kertas. Terlihat sangat dekat dan akrab tanpa malu-malu saat berboncengan atau duduk berduan di lokasi-lokasi wisata, bahkan lupa waktu, bagi si cewek terkadang meninggalkan pekerjaan rumah. Bahkan ada yang ponselnya melekat di telinganya setiap waktu.

Source Image
Bahkan sapaan-sapaan mama-papa sering terdengar layaknya sapaan suami istri. Sedangkan si cowok pun lupa segalanya, terkadang waktu kerjanya di terlupakan, suka berfoya-foya, ujung-ujungnya saat hendak melamar pacarnya, minta uang kepada orang tuanya. Bahkan ada yang mencari cara untuk gratis mas kawin alias tertangkap basah warga atau Polisi Wilatul Hisbah (WH) di Aceh.
Pasangan remaja zaman dulu selalu mendengar nasehat orang tua mereka. Untuk bertemu melihat wajah masing-masing saja sangat sulit teradang untuk melihat pacar atau calon pengantinnya harus mengintip dari celah-celah jendela rumah, si cewek berdiri di jendela rumah, sicowok berdiri di halaman rumah, seraya mereka tersipu malu. Dibalik ketaatan pasangan pacaran zaman dulu hingga ke mahligai perkawinan mereka sangat setia, bahagia, dan kekal selamanya.
Jauh berbeda dengan ala pacaran zaman sekarang, sudah sering bertemu, sudah sering jalan-jalan bersama, berfoya-foya, bahkan bertamu ke rumah tidak sungkan kepada orang tua. Meski sudah sangta kenal, namun ketika berujung berumah tangga tidak berujung kecurangan, dan tidak kekal terkadang usia rumah tangga tidak bertahan lama. Pertengkaran antar keluarga akhir dari sebuah percintaan. Salam Bahagia, semoga kita semua dapat menjungjung tinggi norma-norma agama dan nilai-nilai adat istidata serta tradisi budaya kita.
By: @ilyasismail
SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA
Posted from my blog with SteemPress : http://ilyasismail.com/cinta-zaman-dulu-vs-cinta-zaman-now/
Indahnya cinta zaman dulu, saat menikah baru tau isi dalam masing2.
Pacaran anak zaman now, belum nikah sudah terjamah.
Saket ulee aneuek muda jameuen aduen @ilyasismail, hana meuteumee mat jaroe, na can bajoe keunong bak ulee
Sangat Beda @lamkote tapi bagus zaman dulu. Salam KSI terimakasih
Itu sudah bawaan zaman brader @ilyasismail, meutuka thon meubalek ujeuen, meutuka jameuen ka laen cara. meunan kheuen hadihmaja
Soe sopan Zaman Dulu Vs Zaman Now ? Bang @isnorman Salam KSI dan Sukses Selalu
@mukhtarilyas, sekarang pacaran ala zaman milineal bang @ilyasismail, kurang kontrol jadinya kebablasan. Tetapi yang benar tidak ada pacaran dalam Islam. Paling ta'aruf saja beberapa saat sebelum nikah.
Benar pak guru makanya cinta dulu tersipu malu. Terimakasih Salam KSI
Menurut saya brother @ilyasismail Cinta itu tidak memandang zaman. Karena ada sepanjang zaman, sebelum kiamat... Kiban cocok..
Alanya dan caranya yang berbeda @iskandarishak cinta tetap ada. tapi pelaksanaannya jauh lebih sopan dulu dengan sekarang. he he he he
Mantap sekali tulisannya bang liyas, limeung-limeung kapai di tameung dua ge limeung kapai di bungka, Han ek long ceut ngen renoeng bueloh long deng jeuoh long peupoe geulawa. saleum
Ha ha ha.
Mangat mangat amplam beurandeh
Neubi si ureh loen keunuk rasa
Abang blah noe adek blah deh
Pajan jimauteumei eh geutanyoe dua.
Pantun diatas biasanya dari cowok.kirim keu cewek mengajak menikah
Terimakasih @edibersah banyak lagi pantun pangun dalam surat cinta zaman dulu salam KSI
Cinta jameun pakek tanda, cinta now pakek haba, jameun meutanda ka meupat cok laba, now meuhaba sabe-sabe maen raba, hahaha
Ha ha ha kabeutoe nyan @bahtiarlangsa