Trying Suno App to Create AI Music

avatar
(Edited)

https://play.3speak.tv/embed?v=pancasona/e6kgr6zt

Akhir-akhir ini saya lagi iseng mencoba bikin musik dengan AI. Bukan karena saya musisi, justru sebaliknya. Saya tidak terlalu bisa memainkan alat musik. Tapi ternyata, dengan bantuan AI, kita bisa mencoba membuat musik hanya bermodal ide dan prompt.

Kali ini saya mencoba Suno. Saya ingin membuat musik yang santai, tetapi tetap punya rasa Indonesia. Kepikiranlah membuat nuansa tembang Jawa dengan sedikit sentuhan dangdut.

Saya ingin ada gamelan, seruling bambu, gitar akustik, bass lembut, dan tentu saja ketipung. Dangdutnya juga bukan yang ramai seperti koplo. Saya lebih suka irama yang pelan, adem, dan enak didengarkan.

Untuk lirik, saya malah memilih bahasa Inggris. Saya penasaran bagaimana jadinya kalau musik yang terasa Jawa ini dinyanyikan dengan lirik Inggris.

Semua itu saya masukkan ke dalam prompt Suno, mulai dari suasana, alat musik, tempo, karakter vokal, sampai gaya permainan ketipung.

Hasilnya? Tidak langsung sempurna. Ada yang ketipungnya terlalu keras, ada yang rasa Jawanya kurang terasa, dan ada juga yang musiknya terlalu ramai. Jadi saya tinggal mengubah prompt dan mencoba lagi.

Suno sendiri bisa menghasilkan lagu sekitar 2 sampai 4 menit. Tetapi kali ini saya hanya menampilkan 30 detik sebagai contoh, supaya lebih singkat.

Setelah musiknya jadi, saya lanjut membuat gambarnya menggunakan ChatGPT. Saya membayangkan suasana desa Jawa saat sore, persawahan, rumah tradisional, cahaya matahari yang hangat, dan suasana yang tenang.

Dari situ saya baru sadar, ternyata proses seperti ini cukup menyenangkan. Kita bisa mulai dari sebuah ide sederhana, lalu sedikit demi sedikit mengubahnya menjadi musik dan gambar.

Tentu saja hasil AI kadang tidak sesuai dengan bayangan. Tapi justru itu yang membuat penasaran. Tinggal ubah prompt, coba lagi, lalu lihat hasil berikutnya.

Menurut saya, AI bukan berarti kita tidak perlu punya kreativitas. Justru kita tetap harus tahu apa yang ingin dibuat. AI hanya membantu mewujudkan ide tersebut.

Dan eksperimen saya kali ini sederhana saja: musik Jawa, sedikit dangdut, ketipung, dan lirik bahasa Inggris.


Trying Out AI Music

Lately, I’ve been experimenting with AI music. I’m not a musician, and I can’t really play instruments. But with AI, it’s surprisingly easy to turn a simple idea into music using a prompt.

This time, I tried Suno. I wanted something relaxing but still connected to Indonesian culture, so I decided to mix a Javanese traditional atmosphere with a gentle touch of dangdut.

I imagined gamelan, bamboo flute, acoustic guitar, soft bass, and especially ketipung. Not energetic koplo, but a slow and peaceful rhythm that is easy to listen to.

For the lyrics, I chose English. I was curious to hear English words over music with a Javanese character.

I put all those ideas into the Suno prompt, including the mood, instruments, tempo, vocal style, and ketipung rhythm.

The first results weren’t perfect. Sometimes the ketipung was too strong, sometimes the Javanese feeling was missing, and sometimes the arrangement became too busy. So I simply changed the prompt and tried again.

Suno can create songs around 2 to 4 minutes, but for this post I’m only sharing 30 seconds as a sample.

After that, I used ChatGPT to create the image. I imagined a quiet Javanese village in the afternoon, rice fields, traditional houses, warm sunlight, and a peaceful atmosphere.

It’s actually quite fun. We start with a simple idea and slowly turn it into music and visuals.

And that’s what I like about experimenting with AI. The idea still comes from us. AI simply helps bring it to life.

This little experiment started with something simple: Javanese music, a touch of dangdut, ketipung, and English lyrics.


▶ Watch on 3speak.tv



10
0
0.000
0 comments